Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

Laporan Praktikum Fisika - Gerak Melingkar Beraturan

Posted by yeaniiiCHO at 22.23 0 comments

STANDAR KOMPETENSI
:
Mendemonstrasikan pengetahuannya pada pengukuran gejala-gejala alam dalam melakukan kerja ilmiah dalam pemecahan masalah sambil mengembangkan sikap ilmiah, dan berkomunikasi ilmiah.
Mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan mekanika klasik sistem diskrit (partikel).
KOMPETENSI DASAR
:
mendeskripsikan karakteristik gerak melalui analisis vektor.
INDIKATOR
:
Menerapkan konsep persamaan gerak melingkar beraturan dan mampu melaksanakan percobaan.

1.         Judul Percobaan:  Gerak Melingkar Beraturan
2.         Tujuan Percobaan:
Mempelajari timbulnya gaya sentripetal pada gerak melingkar beraturan.
3.         Alat dan Bahan:
a.       Alat gaya sentripetal 1 buah
b.       Arloji/Stopwatch 1 buah
c.   Mistar 1 meter 1 buah
d.   Neraca 1 buah
4.         Langkah Kerja:
1.       Susunlah alat sentripetal pada gambar berikut.
2.       Putar beban P dengan jejari (R) ±75  cm (tanda x jaraknya dari ujung bawah pipa konstan).
3.       Timbanglah massa beban P (mp).
4.       Ukurlah waktu untuk 20 kali putaran (=t).
5.       Hitunglah mp ( 2  R.
6.       Timbanglah massa beban Q (mq).
7.       Hitunglah berat beban Q ( wq = mq.g ).
8.       Hasil perhitungan nomor 8 selanjutnya diberi simbol fsp.
9.       Untuk kelompok yang berbeda lakukan dengan massa beban Q yang berbeda dan jari-jari  berbeda dan jari-jari berbeda pula.
10.   Tuliskan semua hasil pengukuran dan perhitungan pada tabel pengamatan.

5.         Hasil Pengamatan:


6.         Pertanyaan dan Jawaban:
a.       Hasil pengukuran dan percobaan dari beberapa kolompok cenderung samakah nilai kolom 6 dan 7 ?
Kolom keenam dan kolom ke tujuh seharusnya sama, namun berbeda karena dipengaruhi beberapa faktor, yaitu waktu dan pengukuran massa.
b.       Selanjutnya gaya berat beban Q bekerja pula pada tali yang berputar, arahnya ke pusat perputaran.Gaya ini disebut
Gaya Sentripetal.
c.       Kolom 7 selanjutnya disebut gaya?
Gaya Sentripetal
d.       Samakah nilai kedua gaya tersebut?
Iya,seharusnya sama tapi karena ada beberapa faktor jadi percobaan kami berbeda.
e.       Bagaimana arah kedua gaya tersebut?
Arahnya saling berlawanan
f.        Menurut hukum ii newton, bila ada gaya pasti ada percepatan.Dengan demikian pada gerak melingkar beraturan juga timbul dua macam percepatan,yaitu :
Anguler dan linear

Laporan Praktikum Fisika - Alat Ukur

Posted by yeaniiiCHO at 22.08 0 comments




STANDAR KOMPETENSI
:
Menerapkan konsep besaran fisika, menuliskan, dan menyatakan  dalam sistem SI dengan benar meliputi nilai dan satuan
KOMPETENSI DASAR
:
Mengukur besaran-besaran fisika dengan alat yang sesuai dan mengolah data hasil dengan menggunakan aturan angka penting


1.         Topik Percobaan:  Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup
2.         Tujuan Percobaan:
Menyelidiki hubungan antara momen inersia benda tegar, torsi, dan momentum sudut benda
3.         Alat dan Bahan:
a.       Mistar geser (Jangka Sorong)
b.       Mikrometer Sekrup
c.       Kotak kubus
d.   Kotak silinder
e.   Penutup pulpen atau spidol
f.     Karton atau buku

4.         Sebelum Anda melakukan percobaan, periksa keadaan alat apakah layak digunakan.
a.       Keadaan titik nolnya
b.       Jumlah skala utama dan skala nonius pada mistar geser tersebut
c.       Ketelitian alat tersebut
d.       Jumlah skala mendatar dan berputar pada mikrometer.

5.         Cara Pengukuran:
1.       Jangka Sorong
Benda yang akan diukur dalam posisi seperti gambar berikut!
Jarak antara dua garis skala yang berurutan pada skala dasar (SD) adalah 0,1 cm, sedangkan jarak antara dua skala yang berurutan pada skala pembantu (SP) atau nonius adalah 0.09 cm (perhatikan keadaan skala mistar geser yang akan digunakan). Skala geser dapat digerakkan maju mundur sesuai dengan yang dikehendaki dalam pengukuran.
   OA   = AB – OB
= 0,4 cm – 4 x 0,09 cm
= 0,4 cm – 0,36 cm
= 0,04 cm
2.       Mikrometer Sekrup
Benda yang akan di ukur diletakkan seperti pada gambar berikut.
Seperti halnya dengan jangka sorong alat ini mempunyai sakala dasar (SD) dan skala pembantu (SP) yang mempunyai 50 garis skala. Bila SP diputar satu kali putaran penuh dalam gerakan mundur, besaran SD bertambah  0,5 mm. Jadi jarak antara 2 garis skala yang berturut-turut pada sakala pembantu (SP) adalah 0,5 : 50 = 0,01 mm. Pada posisi seperti gambar diatas bacaan 5,5 mm + 12 x 0,01 mm = 5,62 mm atau 0,562 cm.

6.         Langkah Kerja:
1.      Dengan menggunakan mistar geser, ukurlah salah satu rusuk kubus logam berturut 3 kali dan tentukan rata-ratanya.
2.      Dengan menggunakan micrometer sekrup, ukurlah diameter silinder sebnayak 3 kali berturut dan tentukan rata-ratanya.

7.         Hasil Pengamatan:
§  Jangka Sorong
          Rusuk kubus                 Diameter Spidol             Tutup spidol kedalaman lubang penutup
            R1  = 2,04 cm                d1  = 1,12 cm                t1  = 3,51 cm
            R2  = 2,04 cm                d2  = 1,12 cm                t2  = 3,51 cm
R3  = 2,04 cm                d3  = 1,12 cm               t3  = 3,51 cm
Rr
  = 2,04 cm                dr  = 1,12 cm                tr  = 3,51 cm

§  Mikrometer Sekrup
Diameter Spidol             Tebal karton
d1
  = 1,01 cm                 t1  = 0,34 cm
d2
  = 1,035 cm               t2  = 0,336 cm
d3
  = 1,005 cm              t3  = 0,33 cm
dr
  = 1,02 cm                 tr  = 0,34 cm

8.         Kesimpulan:
-          Untuk mistar geser : dalam pengkurannya cukup rumit dan harus tingkat ketelitian angka dalam skala di mistar geser jauhh lebih teliti dibandingkan dengan micrometer sekrup
-          Micrometer sekrup : lebih mudah dalam pengukuran menggunkan alat ini kurang teliti jika dibandingkan dengan mistar geser.
 

yeaniiiCHO's Blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review